Exodia
January 13th, 2007 by gilang-kahvenonEmosi…
Coro menulis ini dengan titik emosi tinggi dan dalam iringan lagu "Helena" yang dibawakan My Chemical Romance…
Emosi dengan keadaan sekitar yang bagiku selalu berkesan memojokanku, yang selalu berusaha membuat existensiku di dunia yang tidak fana ini melenyap.
F*CK!! I can only say what i shouldn’t say!
I can say F*ck to this world…
But i’m not only can do that… but i can give proof for that!!
Mungkin…
Bukan mungkin, tapi ini semua memang kesalahanku…
Manusia bodoh yang hanya bisa membuat keputusan cepat tanpa BISA berpikir bagaimana pengaruh keputusan itu pada diri sendiri, orang lain, dan keadaan sosial yang berperan saat itu.
Terlalu semangat saat ingin melakukan sebuah Revolusi yang Coro pikir bisa merubah semua, malah menjadi bumerang yang menelan begitu banyak korban…
Entah Revolusi seperti apa yang ada di kepala ini…
Proses menjadi seorang manusia utuh memang berat, bahkan aku sendiri yang tau teorinya, dan bahkan pernah mengalami banyak hal berat pun masih terperangah melihat suatu efek yang bisa merubah seorang manusia
AKU MENYESAL…!!
Mungkin ada yang berpikir ini aneh, seperti Mega-Hyperbolis??
Mungkin ya…
dan Mungkin juga tidak…
Dengan ini kuberikan permintaan maafku kepada seseorang yang terkena imbas terbesar dalam pengambilan keputusanku…
Permohonan maaf yang mungkin tidak akan tersampaikan di kehidupan nyata…
Seseorang yang pernah menganggapku berarti…
Seseorang yang pernah kuanggap berarti bahkan sampai sekarang…
coro sudah tahu dia akan terkena imbasnya, tapi Coro tetap melakukannya…
Sekali lagi… Coro minta maaf…
Coro minta maaf…
Minta maaf…
Tapi…
Ada alasan kenapa aku harus mengambil keputusan itu walau akan menusuk tajam di kepalaku maupun dia.
Kembali kepada masalah warna kehidupan…
Warnaku… sama dengan warnanya…
Warnaku… sama dengan warnanya…
Warnaku… sama dengan warnanya…
Itu yang Coro lihat…
Coro tidak memandang masalah warna ini sedemikian sederhananya…
Kupandang warna ini dalam sebuah sudut yang mungkin tidak bisa dimengerti semua orang…
Seperti sebuah penghuni suatu dimensi rendahan -penuh pecahan dan kawah menyala- yang ingin exodus, yang ingin pindah secara besar-besaran ke sebuah dimensi yang makmur, subur, damai, dan penuh warna…
Merekalah Exodian…
Akulah Exodian…
Yang ingin berusaha berubah dan merubah…
Exodia…
Dan sekali lagi Maaf.
I’m so sorry and special thanks from Dragon’s Son…
Karena aku ingin berubah…
Walaupun kau tidak mengerti.
Tapi, aku masih akan tetap disini…
_________________________________________________________
-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-:-
*Lagu berganti menjadi "Oh Sweetheart" yang dibawakan oleh Shout Out Louds…*
Dan untuk dimensi Warna dimana Coro ingin sekali berada disana walaupun dimensi itu sendiri tidak bisa menerima…
Coro ingin memberikan sesuatu yang mungkin (lagi-lagi mungkin) tidak bisa diberikan di dunia nyata…
Sebuah kata-kata…
Even tough i’m alone now
My toworrow are boundless
Like the kindless you showed to me
Hidden in the night
Somehow i lost you…
Among all my memories
In a brook’s gentle laughter
In the scent of a flower
In the depth of the sky
You will live on eternally
EXODIA…
*”‘~LEMON TREE..,,_
January 9th, 2007 by gilang-kahvenonMungkin Coro akan tunda dulu karya Coro…
Coro akan tinggalkan dulu kertas-kertas Canson, pensil Faber Castle, dan Charcoal…
Coro menemukan sesuatu yang menurut Coro menarik untuk ditulis.
Sekali lagi… ini menurut Coro pribadi, persetan apa kata orang lain.
Saat ini Coro ada dalam sebuah cerita…
Dimana Coro bisa jadi Story-maker, Coro bisa jadi Pemeran utama, Antagonis, Pemeran pendukung, Figuran, atau bahkan hanya sebagai hiasan.
Coro tidak bisa mengatur semuanya walaupun Coro tau teorinya…
Coro tidak bisa membuat semuanya seperti yang Coro mau walaupun Coro mengerti semuanya…
Coro tidak bisa berbuat apa-apa.
Jadi seperti orang bodoh yang cuma bisa melihat dan ikutan jika sekiranya bisa ikutan.
Semua yang sepertinya bisa diatur ternyata tidak bisa diatur, tapi diluar dugaan, yang bahkan tidak pernah terpikir bahwa hal itu bisa diatur malah teratur dengan baik.
Jika menganalogikan hidup dengan sebuah cerita… baik itu kisah gembira maupun kisah duka…
Hidup ini jadi makin asyik…
Hidup ini konyol jika berjalan mulus-mulus saja…
Bayangkan betapa bosannya seorang supir seorang pejabat bergaji besar yang setiap hari hanya berjalan di jalan tol yang lurus mulus tanpa sela…
Bandingkan dengan pembalap Offroad yang hampir setiap hari menantang Mud, Gravel, bahkan Swarm…
Kita lihat disitu, sang supir tidak akan bisa berjalan offroad, tetapi sang pembalap dapat dengan mudah berkendara di jalan tol.
Apa yang membedakan disitu? TANTANGAN dan RINTANGAN.
Alaminya manusia tidak akan kuat bila tidak pernah menghajar rintangan dan tantangan di depannya.
Menurut Coro ini menarik, karena hidup Coro tidak punya warna…
Semenjak sebuah pengalaman yang mungkin tidak bisa dirasakan semua orang, walaupun bukan pengalaman yang spektakuler ataupun tragis, tapi cukup untuk membuat seorang Crybaby jadi seorang Fighter.
Itu yang membuat Coro suka tantangan… tantangan itu untuk menjadi tekstur…
Hanya Hitam-Abu-abu-Putih…
Tapi akan Coro masukkan warna merah sebagai warna kesukaan Coro, itupun hanya kadangkala…
Jika sedang duka mungkin bisa jadi hitam, kalo biasa aja Abu-abu, kalo seneng Putih…
Mungkin sudah ada yang tau kenapa hidup Coro Monochrome…
Jika pada suatu waktu Coro ingin memasuki suatu warna lain, hal yang biasanya terjadi adalah warna itu jadi rusak, warna itu berubah jadi warna yang jadi tidak akan cocok disandingkan dengan hitam-abu2-putih ini…
Entahlah, itu sering sekali terjadi, dan suatu ketika ada sebuah warna yang menolak untuk dirasuki oleh si tanpa warna…
Warna yang hebat, warna yang cantik… yang bahkan bisa memberi campuran warna indah pada warna lain disekitarnya…
Coro ingin warna itu…
Warna itu kelihatan begitu megah…
Coro ingin tercampur oleh warna itu, yang mungkin bisa sedikit merubah kehidupan yang suram dan terlihat lampau ini…
Tapi semuanya seperti mustahil…
Warna itu tidak suka bahkan untuk sedikit mendekat saja…
Dan bahkan berkali-kali melakukan pencegahan internal maupun external agar sama sekali tidak tercampur…
Disitulah Coro sadar bahwa tidak mungkin lagi mencari warna lain untuk sekedar memberi variasi dalam kehidupan yang hitam-abu2-putih ini.
Mungkin dari sinilah Coro akan belajar bagaimana membuat sebuah mahakarya dari Hitam, Abu-abu, dan Putih…
Hitam-Abu-abu-Putih sebagai landasan dan media, Sedangkan Tantangan dan Rintangan menjadi tekstur yang turut menghiasi.
Tapi, terima kasih besar untuk warna yang indah diatas, karena pernah memberikan sedikit warna walaupun tanpa sengaja…
Dan jika sang warna menginginkan kembali warna yang sudah terberi secara tidak sengaja ini…
Akan Coro berikan…
Karena ini bukan milik Coro…
Dan sekali lagi…
Terima Kasih karena sudah memberikan sedikit warna…
Hidup ini kembali sepi…
Hahahahaha…!!
Coro hanya bisa tertawa, Coro hanya bisa sedikit merengek, tapi Coro tidak pernah bisa menangis lagi…
Walaupun Coro tahu akan selalu berjalan sendiri, karena Coro sadar, walaupun manusia itu makhluk sosial, mereka adalah Individu yang sangat individualis, egois, dan bahkan bisa sangat apatis…
See?
Hidup ini asyik, harus Coro nikmati, karena Coro yakin tidak akan ada lagi kehidupan setelah ini…
Saat Coro berjalan lurus, saat Coro berjalan melenceng, saat Coro Jatuh, Menahan Sakit, dan bangun kembali untuk melanjutkan perjalanan dengan penuh semangat dan berseri-seri, bahkan saat bertabrakan dengan warna lain…
SEMUA ITU ASYIK!!
Maka berjalanlah dengan riang dan pasang lagu MP3 "Lemon tree"… sekeras-kerasnya ditelingamu!!
Sad New Year Eve…
January 1st, 2007 by gilang-kahvenonSad New Years eve for me…
Hahahaha… Penolakan di awal pergantian tahun…
Penolakan diawal pergantian tahun…
Penolakan diawal pergantian tahun…
Satu dari tiga harapanku kandas…
Setelah kontemplasi dan menyelami pikirannya beberapa saat Coro menyadari bahwa itu pantas Coro dapat, walaupun menimbulkan bekas luka mendalam yang akan sulit untuk Recovery selama beberapa waktu lamanya.
Semua itu pantas Coro dapat karena Coro belum apa-apa, ganteng nggak, pinter nggak, apalagi keahlian khusus yang spesifik…
Selama ini Coro lihat… dia terselubungi dalam kelambu kebahagiaan dimana semua orang bergembira dan bahagia disekelilingnya, dimana semua orang di sekelilingnya merasakan senyuman, canda, dan tawa yang bahkan tidak ada habis-habisnya…
Coro memang tidak pantas mendapat itu semua karena Coro hanya akan datang dan masuk dengan membawa kesuraman yang didapat dari pengalaman hidup yang selama ini dirasa cukup keras.
Jadi intinya Coro emang cuma mau jadi parasit yang mau mengubah kehidupan yang suram dari Hitam-abu-abu-putih ini menjadi lebih wangi dan berwarna-warni…
Tapi apa benar Coro tidak pantas?
Mungkin ya, dan mungkin juga tidak…
Coro sadar, belum memberikan sesuatu yang berarti buat dia…
Coro sadar diri akan banyaknya kekurangan Coro yang tidak dia suka…
Coro sadar Coro seburuk itu…
Coro sadar…
Coro tau…
coro ngerti…
Tapi mendapatkan dia di sisi hati ini sudah menjadi harapan akhir tahun yang di tempel erat pada sebuah petasan roket.
Akankah harapan itu sekedar menjadi harapan yang ikut jatuh saat petasan itu jatuh kembali setelah mencapai puncak tertinggi??
Yang pasti itu adalah harapanku, akan kucari dan kupungut kembali petasan itu dan Coro tempelkan pada Roket sungguhan agar tidak turun kembali karena pengaruh gravitasi bumi yang semu
Apa ada yang berpendapat bahwa harapanku ini adalah harapan yang panasnya hanya sebatas "hangat-hangat tai ayam"?
Jika ada yang berpendapat seperti itu aku tegaskan… AKU BUKAN TAI AYAM!!
Aku manusia yang sudah mendekati taraf dewasa!
Aku memanggul pahitnya separuh hidup ini di jantung yang kecil ini!
Aku sudah bisa melihat dan memprediksi alur bakal kehidupanku…
Betapa sedih hal ini terjadi…
Pilu rasanya…
Tapi aku menganggap ini sebagai progress…
Progress dimana aku bisa merasakan harapanku yang akan tiba entah kapan
Coro akan tetap berjuang dan semangat untuk eksodus dari kesuraman panjang ke taman buah yang penuh jingga.
Walaupun resikonya nyawa…
Karena harapanku bukan sekedar omong pikiran sesaat
Untuk menghilangkan kesuraman , dibutuhkan kebahagiaan
Untuk mencapai kebahagiaan, dibutuhkan perubahan…
Untuk munculnya sebuah perubahan, Revolusi di butuhkan…
Untuk sebuah revolusi, pengorbanan diperlukan…
Untuk sebuah pengorbanan, korban diperlukan…
CORO AKAN BERKORBAN DEMI HARAPAN CORO…
Sampai mati…
TAPI AKU TIDAK AKAN MATI SEBELUM HARAPANKU TERWUJUD…
Aku akan berjuang dan menanti akan datangnya sangkakala harapan yang kudambakan
AKU TIDAK MENYERAH…
HAPPY NEW YEAR…
Komunis dan Agama
October 22nd, 2006 by gilang-kahvenonMENURUT KAJIAN SAYA, DASAR PEMIKIRAN DAN PERJUANGAN KOMUNIS DILANDASI OLEH APA YANG TERTULIS DI KITAB SUCI TIAP- TIAP AGAMA. MISALNYA SAJA TEOLOGI PEMBEBASAN YANG ADA DI GEREJA KATHOLIK, ATAU CONTOH LAINNYA. SATU YANG MEMBEDAKAN ADALAH, KOMUNIS BERJUANG MURNI UNTUK RAKYAT, TANPA MEMBEDAKAN KELAS ATAU SUKU ATAU APAPUN. HAL INI BERBEDA DENGAN AGAMA YANG MENGATASNAMAKAN TUHAN DAN MENGUNAKAN KITAB SUCI SEBAGAI PEDOMAN, TAPI PADA KENYATAANNYA ORANG YANG MENGAKU BERAGAMA MALAH MEMBODOHI MEREKA YANG MISKIN DAN TERANIAYA. BAGI MEREKA YANG PENTING ADALAH BAGAIMANA CARANYA MENJUAL NAMA TUHAN UNTUK KEPENTINGAN SESAAT, TAPI TIDAK MENJUAL VISI DAN KERJA KERAS UNTUK BANGSA. SATU KATA TERAKHIR DARI SAYA, DOSA APAKAH YANG TELAH DIPERBUAT KOMUNIS DAN KEBENARAN APAKAH YANG DIAJARKAN OLEH KAUM AGAMA, JIKA MEREKA BERJUANG DEMI PERUT DAN KEINGINAN PRIBADI…
Salam Sosialis…
Ayo berjuang, Saudara-saudaraku!!
October 8th, 2006 by gilang-kahvenonPada saat ini Sosial Demokrasi Internasional sedang berada dalam
kegoncangan ideologis. Malah doktrin Marx dan Engels yang sudah diakui menjadi landasan
kokoh bagi teori revolusioner, sekarang diganggu dengan suara yang dimunculkan dimana-mana untuk
menggembar-gemborkan bahwa doktrin-doktrin ini tak lagi memadai dan usang. Maka dari itu, siapapun yang menyatakan dirinya
seorang Sosial Demokrat dan memiliki kehendak untuk menerbitkan sebuah organ
Sosial Demokrat, harus menjelaskan sikapnya dengan sebaik-baiknya terhadap
persoalan yang saat ini memenuhi perhatian kaum Sosial Demokrat Jerman, bukan hanya mereka sendiri.
Sekarang
Marxismelah yang pertama mengubah sosialisme dari utopia
kita berdiri membela sepenuhnya posisi teoritis kaum Marxist :
menjadi pengetahuan ilmiah. Marxisme meletakkan landasan kokoh untuk pengetahuan
ini, dan menunjukkan jalan yang harus diikuti, dalam usaha mengembangkan dan
mengelaborasi lebih jauh semua bagian-bagiannya. Marxisme memblejeti watak asli ekonomi
kapitalisme modern dengan menjelaskan soal penyewaan buruh, pembelian tenaga kerja,
kemunafikan atas perbudakan terhadap berjuta-juta
rakyat yang tak berpunya di tangan segelintir kaum kapitalis, pemilikan atas
tanah-tanah,
pabrik-pabrik, tambang-tambang dan sebagainya. Marxisme memperlihatkan bahwa semua
perkembangan kapitalisme modern menunjukkan kecenderungan bahwa produksi dengan
skala besar membatasi produksi kecil, dan menciptakan kondisi-kondisi yang
membuat sebuah sistem sosialis menjadi mungkin dan diperlukan. Marxisme
mengajarkan kepada kita bagaimana melihat secara tajam, di bawah selubung kebiasaan-kebiasaan
sudah mengakar, intrik-intrik politik, hukum yang sulit dimengerti, dan
doktrin-doktrin yang berbelit-belit —yaitu perjuangan klas,
perjuangan antara klas-klas yang bermilik dan semua jenisnya dengan massa rakyat yang
tak bermilik, kaum proletariat, yang merupakan pimpinan dari semua yang
tak bermilik. Dari itu, jelaslah tugas nyata dari sebuah partai sosialis
revolusioner: bukan untuk melaksanakan rencana-rencana memperbaharui masyarakat,
bukan untuk memuji-muji kaum kapitalis dan para pengikutnya karena menambah jumlah pekerja, bukan untuk menyusun konspirasi-konspirasi, tetapi
untuk mengorganisasikan perjuangan klas proletariat, dan memimpin perjuangan ini,
yang bertujuan akhir mengambil-alih kekuasaan politik oleh proletariat serta
pengorganisian sebuah masyarakat sosialis.
‘”*~,,.PASAR SENI <<*
September 23rd, 2006 by gilang-kahvenonPasar Seni ITB 2006__..
Banyak sekali suka-duka yang mendalam…
Walaupun Dukanya sendiri jauh lebih banyak…
Semua ini hanya sebuah pelatihan hidup semata, bagaimana me-manage suatu kelompok yang dipersiapkan untuk mengerjakan bagian dari satu pekerjaan besar.
Mungkin memang "hanya seperti itu", tapi bukan berarti tidak akan mengubah apa-apa… Karena "Environment change people…"
Disini keluar sosok-sosok yang tangguh dalam masalah sosialisasi dan yang bermental baja, yang selalu setia pada prinsip yang dipegangnya, yang selalu gigih membela apa yang mereka harus jaga.
Ada pula yang demi menemani rekannya yang bermental baja dia rela terjun ikut serta (memang terlihat seperti ikut-ikutan, tapi type ini masih bisa diandalkan dan mempunyai mental yang kuat pula, tapi kelemahan type ini terletak pada rekannya sendiri, jika rekannya hilang dia akan kehilangan arah dan melepaskan tanggung jawabnya.
Ada
lagi sosok yang tidak mengerti apa-apa, tidak mau berbuat apa-apa, dan bergerak hanya karena ancaman dan paksaan… tapi tetap saja ada yang tidak bergerak seinci-pun walaupun sudah mendapat ancaman (ada diantara mereka yang terlalu pintar memanage waktu, ada juga diantara mereka sosok yang patut dikasihani… Type ini berbahaya… karena bisa menyebabkan keretakan pada type sosok-sosok diatas)
Aku sendiri pusing…
Aku tidak mengerti peranku… aku hanya bergerak dan bergerak entah seperti orang mengejar apa…
Prosesnya panjang… dari awal membelah bambu, menyerut bambu, menganyam bambu, menggunting anyaman bambu, mengangkat bambu, menggulung kawat, mengecat property bambu, sampai memindahkan property raksasa yang terbuat dari bambu (ini adalah bagian dari divisi artistic
Akupun hanya tahu sebagian kecil dari proses yang sangat panjang yang saat dikerjakan aku sendiri belum disini dan bukan siapa-siapa, setidaknya ini hanya pandangan sementaraku saja.
Kesan mendalam disini, walaupun aku sendiri merasa kerjaku belum ada apa-apanya dibandingkan senior-senior, dan bahkan dibandingkan dengan rekan yang lain, aku hanya berusaha terus bergerak melakukan sesuatu.
Dan setelah selesai dengan proses property dari bambu (yang mungkin dikonsepkan ingin memberikan kesan
Indonesia yang mendalam pada pasar seni)
Kami dibagi-bagi lagi menjadi berbagai divisi, ada yang divisi acara, performance, dan keamanan.
Aku masuk divisi keamanan.
Divisi keamanan berjaga dari H-7, sehingga sedikit diberikan dispensasi pengurangan melakukan pekerjaan artistik (bambu)
Tugas artistik divisi keamanan di stop pada pukul tujuh, dan diharuskan pulang mengambil alat-alat yang berfungsi untuk menahan dingin agar kuat bertahan sampai besok pagi.
Tidak ada kendala yang aneh-aneh, hanya dikabarkan ada
lima orang mabuk yang masuk kedalam pada hari ketiga, tapi tidak terjadi apa-apa
Aku berjaga selama
lima hari dari tujuh hari yang ada, aku sakit, rusukku sakit… ditambah sepertinya masuk angin juga…
Nikmatnya dua hari aku merasakan tidur di depan koperasi gedung TPB FSRD bersama dua orang rekan yang selalu berjuang saling mendukung di kala mengantuk.
Hari-hari tak terlupakan…
H-4 s/d malam H-1
Rusukku mulai terasa sakit, entah kapan aku mulai merasakannya… entah pas jatuh waktu itu… atau waktu mengkat itu… atau karena kebanyakan melakukan itu…
Entahlah… yang pasti secepatnya aku harus ke Dokter.
Dislokasi Rusuk melayang…
Sungguh menyakitkan… selain kerjaku jadi tidak maksimal, tidurku pun jadi tidak nyenyak, tapi aku berusaha terus bergerak walaupun rasanya sakit ketika mencoba menarik napas panjang.
Berjalan cepat dua-ratus-meter saja sudah membuatku terengah-engah karena tidak bisa bernapas dengan benar, terpaksa kuperlambat jalan… walaupun malu rasanya tertinggal berjalan kaki di belakang wanita.
Untuk sementara Ponstan dan Antalgin bisa menahannya… tapi entah sampai kapan…
Hari H
I’m tired like hell!!
Berjaga tidak tidur dari dua hari sebelumnya…
Mengatur keluar-masuk loader property dan keperluan stand dari malam sampai hari ini…
Siangnya…
Keliling dari pintu untara sampai panggung utama… dan mengulanginya beberapa kali, lalu berputar-putar menanyakan pada stand yang membutuhkan sesuatu (untungnya tidak ada yang mempersulit…
Sambil berkeliling mengusir para PKL yang bandel aku melihat penampilan Band-band yang memukau seperti Jiung, Seurieus, Cangcuters, dan performance lainnya (hanya 3 itu yang aku kebetulan melihat sewaktu sedang melewati panggung utama sekalian curi-curi waktu)
Lalu mencari anak yang hilang… Wahahahahaha… Ciri2nya :
-Rambutnya agak panjang
-Berbaju hitam
-Dan bernama Diko
-Kelamin tidak diketahui
(ini serius!! itu yang kudengar… akupun heran…)
Aku mencari, mendelik melihat dari bawah helm tengkorak yang baru ku beli di pasar ini, melihat anak berbaju hitam, rambut agak panjang, dan bahkan menanyakan tiap anak yang berciri seperti itu
Aku berputar-putar mencari sampai tiba di suatu tempat di bawah panggung utama yang banyak tergeletak terpal dibawahnya… dan parahnya, disitu banyak bergeletakan rekan-rekanku yang lain…
Aku pun ikut terlelap saking tidak bisa menahan rasa lelah…
Sekitar satu jam kemudian aku terbangun…
Aku kalap, bingung… aku melihat waktu sudah satu jam berlalu dan masih tidak tahu nasib anak itu…
Tapi…
ada SMS memberitahukan bahwa anak itu sudah ada di
Information Center . Hatiku Lega…
aku belum makan… dari malam, hanya minum dan minum terus…
LAPAR…
Setidaknya aku berusaha tidak menjadi benalu saja, berusaha tidak nampang saja dengan kaos dan name tag tanda panitia, berusaha bergerak melakukan tugas. Walaupun entah apa aku dimata yang lain.
Rusukku masih sakit, walaupun jadi tidak separah hari sebelumnya karena aku meminum lebih banyak Anti-Biotik dari biasanya, aku tahu itu berbahaya, tapi harus kulakukan…
Hidup adalah pilihan, aku tidak mau tidak bisa bergerak hari ini.
Menjelang malam, Dangdut berkumandang, diperlukan lebih banyak penjaga di sisi-sisi panggung agar tidak ada yang berusaha naik.
Tugasku menghadang ditengah, dan mengejar orang yang berusaha merekam goyangan heboh Kebar Srikandi (entah kenapa dilarang, aku hanya melaksanakan apa yang ditugaskan)
Saat menjadi pagar hidup aku kesakitan setengah mati, orang-orang dibelakangku tidak mau diam, mereka berjoget dan melompat seperti serigala-serigala liar yang melihat daging wanita mulus.
Acara sudah akan selesai…
Dan aku tidak dalam kondisi baik-baik saja
Kepalaku pusing, aku tidak begitu ingat setelahnya, seperti orang sekarat aku mengendarai motor ke kontrakanku dan tidur menunggu dua orang rekanku yang janjian ingin mengerjakan tugas Nirmana 2D di sini.
Mereka datang pukul setengah dua dini hari, aku sedang tidur…
Kuminta potongkan kertas-kertas yang diperlukan, dan kusuruh mereka membangunkan aku saat sudah selesai agar bisa mengerjakan bersama-sama…
Akan tetapi… kami semua ketiduran dan bangun tepat jam tujuh kurang
lima !! dan jam tujuh adalah waktunya kuliah Pengetahuan Lingkungan!!
Kami bergegas, dan sampai tepat waktu…
Aku tidur di bawah kursi di ruang kuliah, perasaan lega serasa menyelimutiku menyadarkanku bahwa pasar seni SUDAH SELESAI…
Tapi ini semua baru akhir dari permulaan…
Ingin rasanya kupastikan untuk mengulanginya pada masaku memegang tampuk kesenioran… empat tahun lagi… 2010…
Keputusan 2
September 14th, 2006 by gilang-kahvenonTubuhku hancur… Hatiku hancur…
Banyak lelaki menangis saat dia bukanlah yang terpilih.
September, 2nd, 2006…
I’m drunk…
I’m screaming, punching, crying, Laughing…
Pekerjaan pasar seni yang begitu melelahkan sampai membuat
tanganku hapal akan tugasnya membelah bambu, sampai sarung tangan yang
seharusnya berfungsi melindungi tangan dari tajamnya serat-serat bambu menjadi
tidak berguna, bahkan untuk menahan dingin.
Tapi itu tidak masalah, aku laki-laki, dan aku ingin cara seperti
ini untuk melatih diri… oleh karena itu…
Aku suka itu…
Setidaknya walaupun menurutku pekerjaanku hampir tidak membantu
dan lebih banyak terluka… aku masih lebih mulia dibanding para pengecut yang
tidak berani bahkan untuk menunjukkan batang hidungnya.
Sekali lagi… ini tidak masalah…
Banyak
lelaki menangis saat tahu dia bukan yang terpilih….
Dan aku
melakukannya… biasanya ini tidak pernah terjadi, bahkan kadang aku bisa
seperti orang yang benar-benar tidak mempunyai emosi bahkan saat menghadapi ketakutan
atau kenyataan dalam skala tertinggi.
Aku
melakukan tangis yang memalukan di depan para kerabat baruku…
Tangis
yang memalukan dibawah pengaruh alkohol…
Entah
kenapa aku jadi ingin melakukan itu lagi… mungkin tanpa alkohol tidak akan
terjadi…
Sekali
lagi… tidak akan…
Aku tidak
dipilih, dan dalam otakku terjadi sesuatu… Reforming, replanning,
regeneration… all something like that…
Sulitnya
membuat keputusan membuatku mencoba lari dari masalah, satu hal yang
paling Aku benci.
Antara
menyerah, dan teruskan usaha…
Sungguh
berat, analoginya seperti tukang batu yang mengangkat dua buah batu besar yang
sama berat dengan bambu, dan dia berada di tengah, seperti tumpuan neraca.
Entah
ingin kubuang kedepan… atau kebelakang…
Tapi aku
harus menempuh jalan yang masih sangat panjang, semua itu harus ku pikul sampai
ujung perjalanan… akhir dari Hierarki kehidupan…
Saat
ini…
Darahku
bergejolak…
Hatiku
sudah reda…
Tapi
semua masih terlihat gelap…
Aku ingin
ada matahari…
Aku ingin
ada hari milikku…
Aku ingin
matahari menyala disini, didalam hatiku…
Yang
gemuruhnya sampai disini, di urat darahku…
Kesadaran
adalah Matahari
Kesabaran
adalah Bumi
Keberanian
menjadi Cakrawala
Dan
Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata
KEPUTUSAN>>>
August 31st, 2006 by gilang-kahvenonKeputusan lelaki ada diatas segalanya…
Aku tidak akan merubah keputusan hanya demi sesuatu yang aku suka…
Seperti…
"I got what i want but not what i need…"
Gue gak butuh yang gue mau… gue butuh yang gue butuhkan…
Sangkar besi tidak akan merubah Rajawali menjadi Burung Nuri.
Tujuh Langit, Tujuh Rajawali…
Langit tanpa Rajawali bagaikan Tubuh tanpa jiwa…
Kesabaran adalah Bumi…
Kesadaran adalah Matahari…
Dan…
Keberanian adalah Pembuktian kata-kata…
Tanpa keraguan… aku tidak akan menyerah…!!
Aku sudah pernah menyesal…
Tapi kali ini akan kubuat mereka benar-benar menyesal…
[Salam Sosialis]
Fuck you all…!! Bwahahahaha~!
June 26th, 2006 by gilang-kahvenonFuck you all…!!
bukan untuk saudara-saudara ku tercinta
Yah, itu kata-kata yang tepat untuk yang udah merasa jadi temen gue tapi terganggu dan bahkan dendam dengan apa yang udah gue perbuat.
Yang hanya demi ingin menyelamatkan diri gue sendiri
Gue gak mau muluk-muluk menyebut dengan sebutan "Kita"… gue gak mau muluk-muluk dengan semboyan "Satu untuk semua, semua untuk satu"… atau apa lagi yang lebih radikal… ng… seperti "Kita belum sukses jika teman kita belum sukses".
Seperti itu?
Disaat persaingan antar saudara kandung sekalipun kata-kata itu tidak terpakai…
Untuk saat persaingan yang ada dalam pikiran kalian masing-masing pun pasti hanya "Gue harus berhasil, masa bodoh dengan yang lain"
Bukan begitu? dan lihat… walaupun caraku buruk atau terkesan sangat menginjak-injak derajat pertemanan… aku tak peduli.
Intinya… kalian hanya iri… yah, that’s all
Kalian hanya tidak mendapatkan yang seperti kalian mau dan aku mendapatkan yang aku mau dalam tujuan kita yang sama.
Sepertinya kalian harus introspeksi… andaikan kalian dalam posisiku sekarang… posisi yang penuh kedamaian ini… bagaimana?? Kalian terlalu muluk
Aku harus berhasil, and… fuck you all… persetan dengan kalian semua.
Beginilah caraku… dan yang menang adalah yang tertawa paling akhir…
Dan aku…
Tertawa…
Huahahahahahahahaaa…!!
I got what i want. and i don’t care even you don’t get what you want
I live… and you die…
A man can be as big as he wants, no problem of human destiny is beyond human being.
sekian blog hari ini
